Amalan untuk Menguatkan Hafalan

Amalan untuk Menguatkan Hafalan, dari Rasulullah SAW

Posted on

Apakah anda susah menghafal pelajaran atau ilmu? Ada banyak cara membersihkan hati agar ilmu mudah dihafal. Selain tidak mengkonsumsi makanan haram, ada amalan khusus agar hafalan menjadi kuat. Dalam artikel ini kita membicarakan tentang amalan dari Rasulullah SAW agar hafalan kuat. Amalan ini kami kutip dari situs resmi Nu.or.id.

Abdullah Ibn Abbas RA pernah berkisah dimana suatu hari berada dalam majlis ilmu bersama dengan Rasulullah SAW. Tiba-tiba Abdul Muthallib datang dan bertanya pada Rasulullah SAW, “demi Ayah, engkau dan ibuku, al-quran ini sering lepas dari dadaku, aku tidak kuat mengatasinya”.

Rasulullah SAW menjawab “Wahai Ayahnya Hasan, belumkah aku memberikan kepadamu kalimat-kalimat yang Allah memberikan manfaat lewat kalimat itu kepadamu dan bisa bermanfaat kepada siapa saja yang belajar padamu dan bisa menempel apa saja hingga menjadi kuat di dadamu.”

Kemudian Sayyidina Ali menjawab, belum ya Rasulullah, semoga engkau berkenan mengajarinya kepadaku.

Kemudian Rasulullah SAw menjawab dan menjelaskan “malam jum’at, jika kamu mampu maka beribadahlah di sepertiga malam terakhir. Itu adalah waktu yang disaksikan oleh Allah secara langsung, dan berdoa di waktu itu pasti akan di kabulkan Allah. Pada waktu itu juga dahulu saudaraku Ya’qub pernah menjanjikankan akan mendo’akan anak-nakanya di waktu itu, dalam al quran di sebutkan سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّي “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku” (nanti pada waktu sahur ).

Baca juga: Dzikir dan Wirid Setelah Sholat

Rasulullah SAW kemudian melanjutkan “jika kamu tidak mampu menjalankan ibadah di waktu itu, maka lakukanlah di pertengahan malam. Namun jika itu juga tidak sanggup, lakukanlah di awal malam saja”.

Berikut ibadah dan amalan untuk menguatkan hafalan:

Melaksanakan sholat empat rakaat

  • Pada rakaat pertama usai fatihah bacakan surat yasin
  • Pada rakaat kedua setelah fatihah bacakan surat hamim ad dukhan
  • Rakaat ketiga setelah fatihah, bacakan surah as-Jadah
  • Rakaat ke empat setelah fatihah bacakan surat al-Mulk

Amalan setelah selesai sholat:

  • Memuji Allah dengan mengucapkan hamdalah
  • Bacalah sholawat untuk aku dan sholat untuk semua pada nabi
  • Minta ampun untuk semua mukmin, lelaki atau perempuan yang telah meninggal dalam iman

Setelah itu, berdo’alah dengan do’a berikut ini

اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ الْمَعَاصِي أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِي وَارْحَمْنِي أَنْ أَتَكَلَّفَ مَا لَا يَعْنِينِي وَارْزُقْنِي حُسْنَ النَّظَرِ فِيمَا يُرْضِيكَ عَنِّي اللَّهُمَّ بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَالْعِزَّةِ الَّتِي لَا تُرَامُ أَسْأَلُكَ يَا أَللَّهُ يَا رَحْمَنُ بِجَلَالِكَ وَنُورِ وَجْهِكَ أَنْ تُلْزِمَ قَلْبِي حِفْظَ كِتَابِكَ كَمَا عَلَّمْتَنِي وَارْزُقْنِي أَنْ أَتْلُوَهُ عَلَى النَّحْوِ الَّذِي يُرْضِيكَ عَنِّيَ اللَّهُمَّ بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَالْعِزَّةِ الَّتِي لَا تُرَامُ أَسْأَلُكَ يَا أَللَّهُ يَا رَحْمَنُ بِجَلَالِكَ وَنُورِ وَجْهِكَ أَنْ تُنَوِّرَ بِكِتَابِكَ بَصَرِي وَأَنْ تُطْلِقَ بِهِ لِسَانِي وَأَنْ تُفَرِّجَ بِهِ عَنْ قَلْبِي وَأَنْ تَشْرَحَ بِهِ صَدْرِي وَأَنْ تَغْسِلَ بِهِ بَدَنِي فَإِنَّهُ لَا يُعِينُنِي عَلَى الْحَقِّ غَيْرُكَ وَلَا يُؤْتِيهِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

(سنن الترمذي – (ج 11 / ص 486 المكتبة الشاملة)

Dan benar saja, dalam hadist ibnu Abbas ini setelah Sayyidina Ali mengamalkan amalan di atas beliau mempunyai hafalan yang luarbiasa. Beliau kemudian mengabarkan hal ini kepada Rasulullah SAW.

“Ya Rasulallah, dulu dalam sehari aku tidak bisa menghafal kecuali sekitar empat ayat saja lalu lepas, namun hari ini dalam sehari aku bisa menghafal sekitar 40 ayat, saat aku baca seolah Al-Qur’an tampak di depan mataku. Begitu pula hadits, saat aku mendengar ketika mau aku ulangi, lepas lagi. Tapi hari ini, ketika aku mendengar hadist dan ketika aku ingin menyampaikannya kembali, tidak ada satu kealpaanpun yang terjadi. Rasulullah SAw lantas mengomentarinya dengan mengatakan:

مُؤْمِنٌ وَرَبِّ الْكَعْبَةِ يَا أَبَا الْحَسَنِ

Referensi: http://www.nu.or.id/