Home Islamic Terms Pengertian Hadza Min Fadhli Rabbi, Lengkap Arti Dan Tulisan Arab

Pengertian Hadza Min Fadhli Rabbi, Lengkap Arti Dan Tulisan Arab

23
Hadza Min Fadhli Rabbi

Hadza Min Fadhli Rabbi, kami yakin anda pernah mendengar atau melihat tulisan ini di berbagai tempat, seperti di dinding rumah atau di mushalla atau banyak yang mengucapkannya saat memperoleh rahmat atau nikmat Allah.

Sebenarnya apa arti dari kalimat Hadza Min Fadhli Rabbii? Tahukah anda artinya, jika belum mari sama-sama kita lihat penjelasannya, termasuk arti dan tulisan Arabnya.

The elsholat.com Contents

Pengertian Kalimat Hadza Min Fadhli Rabbi

Kalimat Hadza Min Fadhli Rabbi semakin viral di berbagai media sosial dan di grop-grop chat WA, mungkin bagi sebagian kita belum memahami benar atau bahkan belum tahu arti dari kalimat viral tersebut. Maka, disini kami akan memberikan penjelasannya termasuk arti dan tulisan Arab Hadza Min Fadhli Rabbii.

Kalimat tidak hanya viral di media sosial saja, tetapi kita juga menjumpainya di berbagai media sepeti stikcer, sablon kaus, sticker di kaca mobil, rumah dan banyak menulisnya dalam bentuk kaligrafi.

Jadi, kalimat ini bukanlah kalimat yang tidak sering didengar, ini sudah seperti kalimat Syafakallah, Qadarullah, Syukran, fii amanillah, jazakallah kkhair dan lain-lain. Intinya, kalimat Hadza Min Fadhli Rabbi bukanlah kalimat yang asing kita dengar, maka sudah semestinya kita tahu artinya dan pemakaiannya.

Arti Hadza Min Fadhli Rabbi

Dalam bahasa Arab atau tulisan Arab kalimat Hadza Min Fadhli Rabbii di tulis sebagai berikut:

هٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّيْۗ

Ungkapan kalimat tersebut adalah sebuah ungkapan syukur seorang hamba atas nikmat yang Allah berikan kepada hamba tersebut. Dalam sejarah islami, kalimat di sebutkan sebagai ungkapan syukur nabiyullah Sulaiman as. atas nikmat yang Allah berikan kepadanya.

Dalam sejarah, Nabi Sulaiman As adalah seorang nabiyullah yang di anugerahi berabagai nikmat seperti bisa menaklukkan jin dan berbagai hewan lainnya, mampu memahami habasa bintang dan Allah juga memberikan kepadanya harta benda yang melimpah.

Dalam surat an-Namal ayat 40 Allah berfirman:

قَالَ الَّذِيْ عِنْدَهٗ عِلْمٌ مِّنَ الْكِتٰبِ اَنَا۠ اٰتِيْكَ بِهٖ قَبْلَ اَنْ يَّرْتَدَّ اِلَيْكَ طَرْفُكَۗ فَلَمَّا رَاٰهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهٗ قَالَ هٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّيْۗ لِيَبْلُوَنِيْٓ ءَاَشْكُرُ اَمْ اَكْفُرُۗ وَمَنْ شَكَرَ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ رَبِّيْ غَنِيٌّ كَرِيْمٌ

Artinya: “Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab berkata, “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, Mahamulia.” (QS. An-Naml : 40)

Sebagai seorang hamba Allah, kita w3ajib mensyukuri nikmat-Nya, artinya kita wajib menggunakan nikmat Allah tersebut yang tidak di larang oleh Allah. Itu makna syukur, namun sebaliknya apa bila kita tidak menggunakan nikmat Allah pada tempatnya atau pada tempat yang di bolehkan, seperti menggunakannya pada tempat haram maka itu artinya tidak bersyukur atas nikmat Allah.

Bahkan Nabi Sulaiman mengatakan nikmat ini bisa jadi sebuah ujian untuk hamba, apakah ia bersyukur kepadsa Allah SWT atau tidak. Jadi, ungkapan Hadza Min Fadhli Rabbi adalah sebuah bentuk mengingat bahwa nikmat tersebut dari Allah dan kita mensyukurinya.

Orang yang mensyukuri nikmat Allah, Allah tambahkan nikmat atasnya, tetapi orang yang ingkar dengan nikmat Allah, maka azab Allah pedih. Tidak mensyukuri nikmat Allah adalah dosa dan dosa akan di bakar dalam neraka (na’uzubillah min zalik).

Dalam surah Ibrahim ayat 7 Allah berfirman:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat. (QS. Ibrahim : 7)

Jadi, tidak ada jalan lain bagi hamba kecuali mensyukuri nikmat Allah dan ucapan Hadza Min Fadhli Rabbii adalah sebuah bentuk pengakuan hamba bahwa hamba tersebut bersyukur kepada Allah karena arti bersyukur sebenarnya adalah menggunakan nikmat Allah atau karunia-Nya pada tempat untuk apa Allah menciptakan nikmat itu. Misalnya Allah menciptakan lidah (lisan), maka nikmat lisan digunakan untuk membicarakan yang bagus-bagus (itu namanya bersyukur dengan nimkat lisan) dan sebagainya.

Maka, ungkapan Hadza Min Fadhli Rabbi adalah bentuk kita mengakui diri kita sebagai orang yang bersyukur atas nikmat Allah, dan pengakuan ini tentu datang karena sudah bersyukur atas nikmat-Nya. Itulah makna dan arti kalimat Hadza Min Fadhli Rabbi serta tulisannya dalam tulisan Arab, semoga bermanfaat!

Previous article10 Amalan Sebelum dan Setelah Sholat Subuh
Next articleDua Ayat Terakhir Surah Taubah (128, 129): Bacaan, Arti, Kandungan, dan Keutamaan