Home Do'a Doa Khitanan Anak dan Keselamatan Mereka

Doa Khitanan Anak dan Keselamatan Mereka

75
Doa Khitanan Anak dan Keselamatan Mereka

Doa khitanan anak – Salah satu syariat islam terhadap anak adalah khitanan. Khitanan anak di lakukan saat mereka masih kecil. Khitanan adalah memotong kulit bagian ujung dari kemaluan laki-laki atau di sebut dengan kulfah.

Sebenarnya ini adalah syariat nabi Ibrahim yang sekarang menjadi syariat nabi Muhammad SAW. Hukum khitanan adalah wajib di lakukan orang tua terhadap anak laki-lakinya yang masih kecil.

Doa Khitanan Anak

Doa Khitanan Anak

Nah, khitanan juga termasuk salah satu bentuk ketaatan kepada Allah, maka ada doa khusus yang di bacakan ketika khitanan. ketika seseorang anak akan di khitan ada doa yang di bacakan, ini sebagaimana yang tersebut dalam kita Hilyatun Nufus lil ‘Aris wal ‘Arus. Bunyi doa khitanan adalah sebagai berikut.

اَللَّهُمَّ هَذِهِ سُنَّتُكَ وَسُنَّةُ نَبِيِّكَ، صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِ وَآلِهِ، وَاتِّبَاعٌ مِنَّا لِنَبِيِّكَ، بِمَشِيْئَتِكَ وَإِرَادَتِكَ وَقَضَائِكَ لِأَمْرٍ أَرَدْتَهُ وَقَضَاءٍ حَتَمْتَهُ، وَأَمْرٍ أَنْفَذْتَهُ، وَأَذَقْتَهُ حَرَّ اْلحَدِيْدِ فِيْ خِتَانِهِ وَحِجَامَتِهِ بِأْمْرٍ أَنْتَ أَعْرَفُ بِهِ مِنِّيْ

Transliterasi: Allāhumma hādzihī sunnatuka wa sunnatu nabiyyika, shalawātuka ‘alayhi wa ālihī, wat tibā‘un minnā li nabiyyika, bi masyī’atika, wa irādatika, wa qadhā’ika li amrin aradtahū, wa qadhā’in hatamtahū, wa amrin anfadztahū, wa adzaqtahū harral hadīdi fī khitānihī wa hijāmihī bi amrin anta a’rafu bihī minnī.

Terjemahannya: Ya Allah, ini adalah sunnah-Mu dan sunnah NabiMu, semoga rahmat-Mu tercurahkan atas nabi keluarganya. Dan kami mengikuti nabi-Mu dengan kehendak-Mu dan qadha-Mu. Karena suatu hal yang Engkau inginkan. Karena suatu hal ketentuan yang Engkau tetapkan. Karena suatu perkara yang Engkau laksanakan, dan Engkau merasakan padanya panasnya besi dalam khitan dan bekamnya karena suatu perkara yang Engkau lebih tahu dari aku.”

اَللَّهُمَّ فَطَهِّرْهُ مِنَ الذُّنُوْبِ، وَزِدْ فِيْ عُمْرِهِ وَادْفَعِ اْلآفَاتِ عَنْ بَدَنِهِ وَاْلأَوْجَاعِ عَنْ جِسْمِهِ، وَزِدْهُ مِنَ اْلغِنَى وَادْفَعْ عَنْهُ اْلفَقْرَ فَإِنَّكَ تَعْلَمُ وَلَا نَعْلَمُ

Transliterasi dan terjemahan:

Allāhumma fa thahhirhu minadz dzunūb, wa zid fi umrihī, wadfa’il āfāti ‘an badanihī wal awjā’i ‘an jismihī, wa zidhu minal ghinā, wadfa’ ‘anhul faqra, fa innaka ta’lamu wa lā na’lamu.

Artinya, “Ya Allah, maka sucikanlah dia dari dosa-dosa. Tambahlah umurnya. Jagalah tubuhnya dari penyakit. Dan tambahlah kekayaan padanya dan jauhkan dari kefakiran. Maka sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui sementara kami tidak mengetahui”.

Doa Keselamatan Anak

Selain membacakan doa khitanan anak, ada juga doa keselamatan anak yang akan di khitan. Ini sebagaimana yang di sebutkan dalam kitab perkunan melayu cetakan Alaydrus pada halaman 50. Ada sebuah doa dari orang tua untuk anaknya dan keturunannya agar selamat dunia akhirat.

اللَّهُمَّ بِحُرْمَةِ النَّبِيِّ وَالحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَأُمِّهِ وَأَبِيْهِ وَنَجِّنِيْ مِنَ الغَمِّ الَّذِيْ فِيْهِ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ، وَأَسْئَلُكَ أَنْ تُحْيِيَ قَلْبِيْ بِنُوْرِ مَعْرِفَتِكَ أَبَدًا أَبَدًا يَا رَسُوْلَ اللهِ يَا اللهُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ

Allāhumma bi hurmatin nabiyyi, wal hasani, wa akhīhi, wa ummihī, wa abīhi, najjinī minal ghammil ladzī fīhi, yā hayyu, yā qayyūmu, yā dzla jalāli wal ikrāmi, wa as’aluka an tuhyiya qalbī bi nūri ma’rifatika abadan abadan, yā rasūlallāhi, yā allāhu, yā arhamar rāhimīna, wal hamdu lillāhi rabbil ‘ālamīna.

Artinya, “Ya Allah, demi kehormatan Nabi Muhammad SAW, Hasan, saudaranya, ibunya, dan bapaknya, selamakanlah aku dari kebingungan yang ada di dalamnya. Wahai Zat yang hidup, wahai Zat yang maha tegak, wahai Zat yang maha besar dan mulia, aku memohon kepada-Mu agar menghidupkan hatiku dengan cahaya makrifat-Mu selamanya, wahai Rasulullah, ya Allah (3 kali), dengan rahmat-Mu, wahai Zat yang maha pengasih. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”

Anda juga menyukai:

Demikianlah doa khitanan anak dan keselamatan atas mereka, semoga menjadi tambahan pengetahuan buat kita semuanya.

Itulah syari’at khitan yang menjadi kewajiban untuk setiap anak atas orang tuanya. Berasal dari syariat nabi Ibrahim di masa lalu dan sekarang itu menjadi syariat nabi Muhammad SAW. Khitan tidak hanya syariat namun ada makna yang mendalam disana dimana seseorang yang di khitan akan bersih dan suci bebas dari najis.

Sumber: https://islam.nu.or.id/doa/doa-khitan-dan-keselamatan-anak-cZl06

Previous articleTalak Khulu’ dalam Fiqih Munakahat
Next articleQasidah Burdah: Penulis, Sejarah, dan Keutamaan