Doa Setelah Sholat Hajat

Doa Setelah Sholat Hajat Versi Syeikh Abdul Qadir Jailani

Posted on

Doa setelah sholat hajat adalah sesuatu yang disunnat untuk id bacakan setelah kita mengerjakan sholat hajat. Lantas, apa yang dimaksud dengan sholat hajat?

Sholat hajat adalah salah satu bentuk sholat sunnat untuk dikerjakan. Bagi orang Muslim ketika ada suatu keinginan dan cita-cita yang di inginkan untuk di capainya, maka di sunnatkan untuk melaksanakan sholat hajat dua rakaat.

Sholat hajat ini bisa di katakan bentuk usaha kita juga, atau untuk menyempurnakan ikhtiar kita maka kita berdoa kepada Allah agar keinginan dan cita-cita kita mudah tercapai. Maka, disunnatkan sholat sunnat hajat.

Setelah mengerjakan sholat sunnat hajat atau sholat agar mudah tercapai cita-cita, kita dianjurkan untuk berdoa. Memang, ada banyak versi doa dalam sholat hajat. Dalam artikel ini kita akan membicarakan tentang doa menurut versi syeikh Abdul Qadir al-Jailany. Bagaimana bunyi doanya? Berikut kita simak!

Baca juga: Doa untuk Pengantin Baru

Doa Sholat Hajat Versus Syeikh Abdul Qadir Jailany

Disebutkan dalam kitab Shahih Al-Adzkar wa Al-Awrad wa Al-Ad’iyah Al-Qadiriyah, doa tersebut adalah sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ يَا مُؤْنِسَ كُلِّ وَحِيْدٍ وَيَا صَاحِبَ كُلِّ فَرِيْدٍ وَيَا قَرِيْبًا غَيْرَ بَعِيْدٍ وَيَا شَاهِدًا غَيْرَ غَائِبٍ وَيَا غَالِبًا غَيْرَ مَغْلُوْبٍ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ وَأَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ عَنَّتْ لَهُ الْوُجُوْهُ وَخَشَعَتْ لَهُ اْلأَصْوَاتُ وَوَجِلَتْ مِنْهُ الْقُلُوْبُ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَأْنْ تَجْعَلَ لِيْ مِنْ أَمْرِيْ فَرَجًا وَمَخْرَجًا وَتَقْضِيَ حَاجَتِيْ…

Doa setelah sholat hajat latin.

“Allaahumma ya muunisa kullu wahid, wa ya shaahiba kulli fariid, wa ya qariiban ghaira ba’iid, wa ya syaahidan ghaira ghaaib, wa ya ghaaliban ghaira maghluub, as aluka bismika, Bismiiillahirrahmaanirrahiim, al hayyal qayyum, allazi laa tak khuzu sinatun, wa la nauum, wa asaluka bismika Bismillaahirrahmanirrahiim, al hayyil qayyuum, allazi ‘annat lahul wujuuh, wa khasya’at lahul ashwaat, wawajilat minhul quluub, an tushalliya ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, wa antaj’ala lii, min amrii, farjan wa makhraja, wa taqdhiya haajatii.”

Artinya:

Ya Allah, wahai Dzat yang menyenangkan setiap orang yang kesepian, wahai Dzat yang menemani setiap orang yang sendirian, wahai Dzat yang dekat tidak jauh, wahai Dzat yang tampak tidak ghaib, wahai Dzat yang menang tidak kalah. Aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu, dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Hidup, Maha Berdiri Sendiri, tidak mengantuk dan tidak tidur. Dan, aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu, dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Berdiri Sendiri, semua wajah memperhatikan-Nya, semua pundak tunduk untuk-Nya, semua suara terdiam untuk-Nya, semua hati bergetar untuk-Nya, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad dan berikanlah kemudahan dan jalan keluar pada setiap urusanku, dan kabulkan hajatku (sebutkan hajatnya).

Itulah doa setelah sholat hajat versi Syeikh Abdul Qadir Jailani, semoga bermanfaat dan jangan lupa setiap shalat hajat yang kita kerjakan untuk senantiasa membacakan doanya.

Baca juga: Doa setelah membaca ayat kursi