Hadist Tentang Keutamaan Shalawat
nu.or.id

Hadist Hadist Tentang Keutamaan Shalawat kepada Nabi Saw

Posted on

Membaca shalawat memiliki keistimewaan tersendiri bahkan sangat banyak manfaat dan keutamaan membacakan shalawat kepada Rasulullah SAW. Banyak hadist tentang keutamaan shalawat sehingga mematahkan pendapat yang mengatakan tidak boleh bershalawat atas Rasulullah SAW. Dalam kitab kitab Lubbabul Hadis, imam as-Sayuthi menyebutkan beberapa hadist keutamaan shalawat atas Rasulullah SAW.

Hadist Keutamaan Shalawat

Hadis Pertama:

{قال النبي صلى الله عليه وسلم: {مَنْ صَلَّى عَليَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

Artinya: Bersabdalah Nabi SAW. Siapa saja yang bershalawat atasku sekali, maka Allah yang bershalawat atasnya sepuluh kali.

Hadist Kedua:

{وقال النبي صلى الله عليه وسلم: {مَنْ صَلَّى عَلَيَّ أَلْفَ مَرَّةٍ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يُبَشَّرَ لَهُ بِالجَنَّةِ

Artinya: Bersabda Nabi SAW. Siapa saja yang bershalawat atasku seribu kali, niscaya dia tidak akan mati sehingga di nampakkan kabar gembira baginya dengan surga.

Hadist keutamaan shalawat yg ketiga:

وقال صلى الله عليه وسلم: {مَنْ صَلَّى عَليَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا، وَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ عَشْرًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا ماِئَةً، وَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ مِائَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا ألْفًا، وَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ ألْفًا لَمْ تَمسَّهُ النَّارُ

Artinya: Sabda Nabi SAW: Siapa saja yang bershalawat atasku sekali, niscaya Allah bershalawat atasnya sepuluh kali, dan barangsiapa bershalawat atasku sepuluh kali, niscaya bershalawat Allah atasnya seratus kali, dan siapa saja yang bershalawat atasku seratus kali, niscaya Allah bershalawat atasnya seribu kali, dan siapa saja yang beershalawat atasku seribu kali, niscaya tidak akan di masukkan kedalam neraka.

Baca juga: Amalan untuk Menguatkan Hafalan

Hadist ke empat:

{وقال صلى الله عليه وسلم: {مَنْ نَسِيَ الصَّلاَةَ عَلَيَّ فَقَدْ أَخْطَأَ طَرِيْقَ الجَنَّةِ

Artinya: Beresabda Rasulullah SAW. Siapa saja yang lupa bershalawat atasku, maka sungguh ia sudah menempuh jalan salah menuju surga.

Hadist keutamaan shalawat ke lima:

{وقال صلى الله عليه وسلم: {إنَّ أوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ القِيَامَةِ أكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلاَةً

Artinya: Sabda Nabi SAW: Sungguh se baik-baik manusia dengan ku pada hari kiamat adalah mereka yang paling banyak bershalawat atasku.

Hadist ke enam:

{وقال صلى الله عليه وسلم: {صَلاَتُكُمْ عَلَيَّ مَحَّاقَةٌ

Artinya: Sabda Nabi SAW. Shalawat kalian atasku adalah pelebur dosa-dosa kalian.

Hadist ke tujuh:

{وقال صلى الله عليه وسلم: {مَنْ صَلَّى عَلَيَّ في كُلِّ جُمُعَةٍ أرْبَعِينَ مَرَّةً مَحَا الله ذُنُوبَهُ كُلَّهَا

Artinya: Sabda Nabi SAW: Siapa saja yang bershalawat atasku tiap jum’at 40 kali, niscaya Allah menghapus seluruh dosanya.

Hadist ke delapan:

{وقال صلى الله عليه وسلم: {مَا مِنْ دُعاءٍ إلا بَيْنَهُ وَبَيْنَ السَّماءِ حِجَابٌ حَتَّى يُصَلِّيَ عَلَيَّ ، فإذا صَلَّى عَلَيَّ انْخَرَقَ ذالِكَ الحِجَابُ وَرُفِعَ الدُّعَاءُ

Artinya: Sabda Nabi SAW. Tidak ada dari doa kecuali antaranya dan langit ada penghalang sehingga ia bershalawat atasku, apabila bershalawat ia atasku maka robeklah penghalang itu dan diangkatkan do’anya.

Hadist ke sembilan:

{وقال صلى الله عليه وسلم: {مَنْ صَلَّى عَلَيَّ فِيْ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ قَضَى اللهُ لَهُ مِائَةَ حَاجَةٍ سَبْعِيْنَ مِنْهَا لِآخِرَتِهِ وَثَلاَثِيْنَ مِنْهَا لِدُنْيَاهُ

Artinya: Sabda Nabi SAW. Siapa saja yang bershalawat atasku dalam sehari seratus kali, niscaya Allah memberikan baginya seratus hajat, 70 hajat bagi akhiratnya dan 30 hajat bagi dunianya.

Hadist ke 10 keutamaan shalawat:

{وقال صلى الله عليه وسلم: {مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَمَلاَئِكَتُهُ عِشْرِيْنَ مَرَّةً وَلَمْ يَمُتْ حَتَّى يُبَشَّرَ بِالجَنَّةِ

Artinya: Siapa saja yang bershalawat atasku sekali niscaya bershalawat Allah dan malaikatNya sebanyak sepuluh kali, dan tidak akan mati ia sehingga di beri kabar gembira dengan masuk surga.

Itulah sepeuluh hadist tentang ke utamaan shalawat atas Rasulullah SAW. Hadist ini disebutkan oleh Imam Sayuthy dalam kitab lubbabul hadist. Kitab ini di tulis dengan 4 bab dan masing-masing di tulis sepuluh hadist tanpa di tulis sanadnya, ini tujuannya agar ringkas dan mudah di hafal oleh orang mempunyai himmah tentang agama. Namun, pada awal kitab lubbabul hadist, beliau menerangkan bahwa semua hadist yang di tulis memiliki sanad dan sahih sehingga bisa di jadikan sebagai referensi dan di amalkan.