Home Hadits 12 Hadits Tentang Kasih Sayang: Arab dan Terjemahannya

12 Hadits Tentang Kasih Sayang: Arab dan Terjemahannya

114
Hadits Tentang Kasih Sayang

Hadits Tentang Kasih Sayang – Kali ini kita akan bicara tentang kasih sayang atau hadits tentang kasih sayang. Islam adalah agam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam, tidak hanya untuk manusia saja, namun rahmat untuk seluruh alam.

Kasih sayang adalah hal urgen dalam beragama, bahakn seorang muslim tidak sempurna Imannya sehingga ia mencintai dan menyayangi saudaranya sebagaimana ia cinta kepada dirinya sendiri.

Hadits Tentang Kasih Sayang

Islam Adalah Agama Rahmatan Lil’alamin

Islam sangat identik dengan rahmat dan kasih sayang, bahkan dalam al-Quran dan hadits sangat banyak di sebutkan tentang kasih sayang. Ini karena Allah sebagai Tuhan, Rabb dan pencipta semesta alam adalah zat yang maha kasih sayang. Ini terlihat dari salah satu ayat al-Quran atau ayat pertama dari surah al-Fatihah yaitu Bismillahirrahmanirrahim.

بسم الله الرحمن الرحيم

“Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang”.

Allah adalah zat yang maha menyayangi dan mengasihi hamba-Nya. Jadi, ada banyak hadits tentang kasih sayang dan cinta. Ini menjadi perhatian kita pada kesempatan ini dan kita akan membicarakan tentang beberapa hadits tentang kasih sayang. Mari kita lihat satu persatu, semoga bermanfaat!

Lihat juga: Hadits Tentang Sholat 5 (Lima) Waktu Sehari Semalam

Hadits Hadits Tentang Kasih Sayang

1. Kasih sayang Allah kepada hamba-Nya

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW menyebutkan tentang tingginya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Mungkin anda pernah mendengar sebuah pribahasa yang menggambarkan tingginya kasih sayang ibu kepada anaknya. “kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah”. Namun ketahuilah sebegitunya tinggi kasih sayang ibu kepada anaknya, namun kasih sayang Allah kepada hamba-Nya jauh lebih tinggi dari itu dan tidak ada kasih sayang lainnya yang melebih Allah mengasihani hamba-Nya.

Hadits tentang kasih sayang ada cerita dimana seorang wanita tawanan perang mencari-cari anaknya, wanita itu sangat bingung tidak tahu yang mana anaknya, saking bingungnya ia langsung menggendong setiap bayi yang ia lihat. Melihat kejadian seperti itu, Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabat.

أتَرَوْنَ هَذِهِ المَرْأةَ طارِحَةً ولَدَها فِي النّارِ؟» قُلْنا: لا، واللهِ وهِيَ تَقْدِرُ عَلى أنْ لا تَطْرَحَهُ، فَقالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: «لَلَّهُ أرْحَمُ بِعِبادِهِ مِن هَذِهِ بِوَلَدِها »

“Apakah menurut kalian wanita ini akan tega melemparkan anaknya ke dalam api? Para sahabat pun menjawab: Demi Allah dia tidak akan sanggup melemparkan anaknya kedalam api. Lantas Rasulullah ﷺ pun bersabda: Sungguh kasih sayang Allah kepada hamba-Nya jauh lebih besar daripada kasih sayang wanita ini kepada anaknya”. (HR. Muslim, No. 2754).

Sekalipun wanita itu sangat sayang dengan anaknya, namun ketahuilah bahwa Allah lebih sayang hamba-Nya. Jika hamba-Nya berbuat maksiat sepanjang hidupnya, ia membangkan terhadap Allah sepanjang hidupnya, namun jika ia bertaubat sebelum mati, dengan taubta yang tulus dan sebenar-benarnya taubat, maka Allah tentu mengampuni dosa-dosanya.

Dalam hadits yang lain Rasulullah SAW bersabda:

لَمّا قَضى اللَّهُ الخَلْقَ، كَتَبَ عِنْدَهُ فَوْقَ عَرْشِهِ: إنَّ رَحْمَتِي سَبَقَتْ غَضَبِي

Artinya: “Ketika Allah ﷻ telah selesai menciptakan makhluk, Allah menulis di atas arsy Nya: sungguh kasih sayangKu mengalahkan kemurkaanKu.” (HR. Bukhari, No. 7453).

2. Hadits Tentang Kasih sayang Rasulullah SAW kepada Ummatnya

Hadits Tentang Kasih sayang Rasulullah SAW kepada Ummatnya

Rasulullah SAW sebagai nabi terakhir dan merupakan penghulu seluruh alam, beliau di anugerahi Allah akhlak yang mulia bahkan tidak ada manusia lain yang akhlaknya menyamai Rasulullah SAW. Karena akhlak yang mulia ini beliau mudah dalam mendakwahkan agama Allah. Salah satu bentuk akhlak mulia Rasulullah SAW adalah sangat menyayangi ummatnya.

Beliau menjadi sedih manakala ada sesuatu yang bisa memberatkan ummatnya, dan bersemangat memberikan segala bentuk kebaikan kepada ummatnya. Jadi, Rasulullah SAW sangat sayang dengan ummatnya dan ada banyak hadits yang menjelaskan tentang kasih sayang beliau kepada Ummatnya. Diantara adalah hadits dari Abu Hurairah RA.

قِيلَ: يا رَسُولَ اللهِ ادْعُ عَلى المُشْرِكِينَ قالَ: «إنِّي لَمْ أُبْعَثْ لَعّانًا، وإنَّما بُعِثْتُ رَحْمَةً

“Ada yang berkata kepada Rasulullah ﷺ: ya Rasulullah doakanlah kecelakaan untuk orang-orang musyrik. Lantas beliau ﷺ pun menjawab: Sungguh diriku tidak diutus untuk melaknat, tapi aku di utus untuk membawa kasih sayang.” (HR. Muslim, No. 2599).

Pernah suatu ketika, seorang sahabat nabi asal Arab Badui bernama Aqra’ bin Habis Attamimy melihat Rasulullah SAW mencium cucu beliau bernama Hasan bin Ali Karamallahuwajhah. Kemudian sahabat ini berkata, aku punya sepuluh cucu tapi aku tidak pernah mencium mereka.

Kemudian Rasulullah menoleh kepadanya dan bersabda:

مَنْ لا يرحم لا يُرحَم

Artinya: “Siapa yang tidak berkasih sayang, dia pun tidak akan mendapatkan kasih sayang”. (HR. Abu Dawud, No. 5218).

Bahkan dalam hadits yang lain Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau tidak pernah lupa mendoakan ampunan kepada ummatnya. Sayyidah Aisyah berceritasaat beliau melihat Rasulullah SAW sedang gembira, beliau meminta Rasulullah mendoakannya.

اللهم اغفر لعائشة ما تقدَّم من ذنبها وما تأخَّر، ما أسرَّت وما أعلنَتْ

“Ya Allah, ampunilah dosa ‘Aisyah yang telah berlalu maupun yang akan datang, ampunilah dosanya yang tidak terlihat maupun yang terlihat”.

Mendengar Rasulullah SAW berdoa seperti itu, Aisyahpun senang dan tertawa, kemudian Rasulullah SAW bersabda.

“apakah engkau senang dengan doaku?”

Sayyidah Aisyah menjawab, “bagaimana aku tidak sendang dengan do’amu”

Kemudian Rasulullah SAW bersabda:

والله إنها لدُعائي لأُمَّتي في كل صلاة

“Demi Allah, itu adalah doa yang selalu aku panjatkan untuk umatku di saat sholat.” (HR. Ibnu Hibban, No. 7111).

Hadits tentang kasih sayang Rasulullah SAW. terhadap Ummatnya juga terlihat dari hadits berikut ini:

لكل نبي دعوة مستجابة، فتعجل كل نبي دعوته، وإني اختبأت دعوتي شفاعة لأمتي يوم القيامة، فهي نائلة إن شاء الله من مات من أمتي لا يشرك بالله شيئا

“Setiap nabi itu ada kesempatan satu kali untuk memanjatkan doa yang pasti akan dikabulkan. Dan semua nabi sudah menggunakan kesempatan itu di dunia, sedangkan aku menyimpan doaku berupa syafaat untuk umatku nanti pada hari kiamat. Dan syafa’at tersebut insya Allah akan menyelamatkan umatku yang tidak berbuat syirik kepada Allah.” (HR. Muslim, No. 199).

3. Ajaran Islam untuk saling kasih sayang

Islam adalah agama kasih sayang dan ini tercermin dari ajaran agama islam sendiri. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:

الرّاحِمُونَ يَرْحَمُهمُ الرَّحمنُ، ارحَمُوا أهلَ الأرضِ يَرْحْمْكُم مَن في السّماء

“Orang-orang yang saling berkasih sayang akan disayang oleh Dzat yang maha penyayang. Maka sayangilah penduduk bumi maka Allah yang berada diatas langit akan menyanyangi kalian.” (HR. Abu Dawud, No. 4941).

Lihat juga: Memahami Hadist Merapatkan Shaf dengan Saling Menempelkan Kaki dan Bahu

Rasulullah SAW juga bersabda tentang orang yang tidak berkasih sayang adalah termasuk dalam orang sengsara dan celaka.

لا تُنْزَعُ الرَّحْمَةُ إلّا مِن شَقِيٍّ

“Tidaklah kasih sayang itu dicabut kecuali dari orang yang sengsara.” (HR. Abu Dawud, No. 4942).

Previous article4 Cara Mudah Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dengan Bawang Putih
Next articleSurat Yasin, Do’a Tahlilan Singkat dan Do’a untuk Arwah