Home Health Licostan: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Licostan: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

84
manfaat licostan (asam mefenamat) serta efek sampingnya

Apa itu licostan (asam mefenamat) , apa manfaat serta efek sampingnya? Licostan adalah obat untuk menghilangkan rasa nyeri, obat ini mengandung asam mefenamat yang kerjanya adalah dengan menghambat enzim siklooksigenase (COX) sehingga menghilangkan rasa nyeri yang di alami. Ini adalah enzim yang gunakanya untuk membentuk prostaglandin saat ada luka yang terjadi.

Nah, saat luka pasti ada nyeri yang anda rasakan, dan ini terjadi karena peningkatan prostaglandin tadi. Obat Licostan bekerja dengan menghambat enzim COX sehingga tidak ada peningkatan prostaglandin. Ketika ada enzim prostaglandin yang meningkat maka tubuh kita akan merasakan sakit, nyeri dan peradangan.

Sekalipun demikian, Licostan tidak efektif untuk mengendalikan luka, atau menghilangkan peradangan. Kemungkinan, mengkonsumsi licostan memiliki efek samping seperti meningkatnya asam lambung.

Apa itu Licostan:

  • Ini adalah obat yang tergolong dalam obat keras

Kemasan:

Licostan di pasarkan dengan kemasan:

  • Dos 10 x 10 kaplet 500 mg
  • Suspense 60 ml

Kandungan:

Setiap kemasan mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut:

  • Asam mefenamat (mefenamic acid) 500 mg/kaplet
  • Asam mefenamat (mefenamic acid) 50mg/5ml

Jadi, licostan tersedia dengan dua versi dosisnya!

Apa Manfaat Mengkonsumsi Licostan

1. Meredakan nyeri

Licostan adalah obat pereda rasa sakit atau nyeri yang mengandung asam mefenamat, ia mengatasi nyeri ringan hingga sedang yang terjadi pada gigi, atau setelah anda melakukan cabut gigi, mengatasi sakit kepala, sakit telinga, nyeri sendi, nyeri otot, mengatasi demam, nyeri setelah operasi, nyeri haid, dan kadang manfaat licostan juga mengatasi sakit migrain yang ada hubungannya dengan menstruasi. Bentuk pengobatan dengan licostan adalah jangka pendek, anda tidak boleh mengkonsumsinya lebih dari 7 hari.

2. Mengobati nyeri haid

Untuk mengobati nyeri haid, perimensterual migrain, pengobatannya di lakukan dua hari sebelum mengalami menstruasi dan di lanjutkan selama sedang berlangsungnya menstruasi.

3. Nyeri asam urat

Penderita asam urat juga bisa mengambil asam mefenamat atau obat lecostan untuk mengatasi nyerinya.

Namun, untuk semua ini anda harus berkonsultasi dengan dokter anda.

Efek Samping Licostan

Apa saja efek samping yang mungkin terjadi selama anda mengkonsumsi licostan atau setelah mengambil licostan? Berikut beberapa kemungkinan efek samping yang mungkin anda alami.

Efek samping ringan dari licostan (asam mefenamat) adalah berupa sakit kepala hingga muntah

Sementara efek samping serius mengkonsumsi licostan adalah diare, hematemesis (muntah darah), hematuria atau darah dalam urin, penglihatan menjadi kabur, kulit gatal dan bengkak, ruam pada kulit juga bisa terjadi, demam dan sakit pada tenggorokan.

Sekarang label pada licostan sudah diperbaharui, dimana tahun 2008 lalu di Amerika labelnya di ubah karena ada kemungkinan efek samping terhadap ibu hamil.

NSAID termasuk licostan dan mengandung asam mefenamat yang bisa menyebabkan risiko infark miokradinal, menyebabkan stroke, dan akibatnya bisa fatal. Jika anda mengkonsumsi dalam jangka panjang, maka risiko obat bisa meningkat terus.

NSAID adalah licostan yang bisa menyebabkan gangguan pada saluran gastrointestinal seperti ulserasi, pendarahan, perforasi lambung, atau usus yang akibatnya bisa fatal. Kalau penggunaan asam mefenamat ini untuk waktu lama atau dosis tinggi, merokok, minum alkohol, maka anda tetap tidak akan bisa mengurangi efek sampingnya.

Efek samping licostan termasuk gangguan berat pada organ hati seperti timbulnya penyakit kuning, hepatitis, dimana penyakit hati ini juga di laporkan terjadi karena menggunakan NSAID asam mefenamat. Jika penyakit hati terus menerus secara berkepanjangan, atau terjadi hal buruk lainya seperti manifestasi sistemik seperti ruam, eosinofilia, dan lain-lain maka pemakaian obat Licostan (asam mefenamat) untuk meredakan nyeri harus di hentikan.

Pasien yang menggunakan NSAID seperti licostan atau asam mefenamat dilaporkan juga mengalami anemia. Pasien yang menggunakan asam mefenamat dalam jangka panjang harus melakukan pemeriksaan kadar hemoglobinnya dan hematokritnya.

Efek samping licostan juga bisa berupa reaksi dermatologis eksfoliatif, nekrolisis epidermal, sindrome stevens-Johnson dan bisa berakibat fatal, efek samping seperti ini bisa terjadi selama pemakaian NSAID termasuk obat Licostan dan pengobatan harus di hentikan jika di temukan tanda-tanda seperti munculnya ruam pada kulit, atau hipersensitivitas.

Dosis Licostan

Bagaimana dengan dosisnya, salah satu cara untuk menghidari atau meminimalisir efek samping saat pemakaian licostan adalah dengan mematuhi dosis yang di anjurkan atau di sarankan doker. Ini dosis mengkonsumsi obat licostan.

Dosis dewasa untuk mengatasi nyeri, dosisnya adalah 500 mg di pakai secara oral, dan selanjutnya dosisnya adalah 250 mg dan di pakai setiap 6 jam sekali dan di konsumsi tidak melebihi 7 hari.

Dosis untuk dewasa untuk mengatasi dismenore adalah 500 mg, dan di gunakan secara oral, kemudian berikutnya di konsumsi sebanyak 250 mg setiap 6 jam sekali, dan di mulai saat anda mengalami menstruasi.

Sementara untuk dosis lazim Pediatric untuk mengatasi Nyeri anak usia 14 – 18 tahun adalah 500 mg dan di gunakan secara oral, kemudian di ikuti dengan dosis 250 mg setiap 6 jam sesuai kebutuhan, perhatikan lamanya anda mengkonsumsi obat ini, jangan lebih dari 7 hari.

Ada juga sistem pemakaian dengan penyesuaian dosis. Dosis yang lebih rendah harus di sesuaikan dan di perhatikan untuk perawatan pada orang tua, dosis lebih rendah juga disesuaikan pada ibu hamil, menyusui, mereka dengan gangguan hati seperti penyakit kuning atau ginjal parah.

Interaksi obat Licostan

Obat licostan bisa berinteraksi dengan beberapa merk obat lainnya. Artinya kalau anda sedang mengkonsumsi licostan, maka anda di tidak boleh mengkonsumsi beberapa merk obat diawah ini atau sebaliknya, yaitu kalau sedang mengkonsumsi salah satu jenis obat di bawah ini, maka anda harus tunda dulu untuk mengkonsumsi Licostan atau obat yang mengandung asam mefenamat.

Diantara beberapa obat yang berinteraksi dengan licostan adalah:

– Antikoagulan (misalnya, aspirin, warfarin), kortikosteroid (misalnya prednisone), selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) (misalnya, heparin, fluoxetine). Obat ini bisa menignkatkan risiko pendarahan lambung.

– Magnesium hidroksida seperti antasida atau probenesid. Obat ini bisa meningkatkan efek samping yang di timbulkan oleh licostan (asam mefenamat).

– Siklosporin, methotrexate, lithium, kuinolon (misalnya, ciprofloxacin), atau sulfonilurea (misalnya, glipizide). Obat ini juga berinteraksi dengan Licostan karena efek samping obat-obat tersebut bisa meningkat tajam jika di berikan bersamaan dengan licostan (asam mefenamat).

– Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor seperti enalapril, juga obat diuretik seperti furosemide, hydrochlorothiazide. Alasannya karena aktivitas dan cara kerja obat ini bisa menurun jika di berikan bersamaan dengan licostan atau asam mefenamat.

Kontraindikasi

Pasien yang memiliki riwayat alergi dengan Licostan tidak boleh di rawat dengan menggunakan Licostan, demikian juga dengan aspirin dan NSAID lainnya seperti ibuprofen, dan celecoxib.

Jangan menggunakan Licostan (asam mefenamat) bagi pasien yang baru saja menjalani operasi jantung.

Pasien yang bermasalah dengan ginjal juga memiliki kontraindikasi dengan licostan, demikian juga pasien atau penderita penyakit hati, asam lambung, radang lambung, tukak lambung, urtikaria, atau radang dan tukak pada usus.

Licostan (asam mefenamat) juga tidak boleh di berikan kepada ibu hamil terutama yang hamil tua yaitu 3 bulan terakhir.

Perhatian obat Licostan

Bagi anda yang ingin memakai obat licostan (asam mefenamat), anda harus memperhatikan beberapa aturan ini.

  1. Licostan adalah obat keras dan digunakan sebaiknya setelah makan atau bersamaan dengan makan
  2. Tidak menggunakan licostan (asam mefenamat) pada pasien dengan masalah atau fungis hati buruk atau ginjal buruk, atau pasien yang sedang dalam perawatan penyakit jantung.
  3. Jika pasien mengalami tekanan darah tinggi, maka sebaiknya hindari menggunakan licostan (asam mefenamat), atau boleh memakainya namun dengan memantau tekanan darahnya selama pengobatannya.
  4. NSAID bisa menyebabkan retensi cairan dan edema, maka perhatian harus di berikan kepada pasien gagal jantung, atau mereka yang sudah pernah mengalami masalah dengan retensi cairan.
  5. Pasien harus cukup terhidrasi sebelum memakai licostan (asam mefenamat).
  6. licostan (asam mefenamat) adalah obat yang bisa menyebabkan efek samping pusing, ngantuk, dan akan lebih buruk lagi efeknya jika pasien menggunakan alkohol. Selama pemakaian obat licostan (asam mefenamat), anda tidak boleh mengemudi.
  7. Kemanjuran obat terhadap anak dibawah 14 tahun belum terbukti
  8. Penggunaan licostan (asam mefenamat) pada pasien lanjut usia harus di lakukan dengan hati-hati karena lansia lebih sensitif terhadap efek samping obat.
  9. licostan (asam mefenamat) adalah jenis obat yang masuk dalam ASI jika di konsumsi oleh ibu menyusui. Maka, setiap ibu sedang memakai licostan (asam mefenamat) tidak dibenarkan menyusui bayinya karena obat tersebut masuk dalam ASI.

Itulah sedikit ulasan tentang manfaat licostan (asam mefenamat) serta efek sampingnya, interaksi dan dosis penggunaannya. Kami hanya menyediakan informasi kesehatan saja, dan tetap menyarankan anda untuk memeriksa kedokter atau tim medis sebelum mengkonsumsi apapun jenis obat.

Previous article10 Manfaat Green Coffee untuk Kesehatan, Kulit dan Rambut
Next articleDaftar Camilan Sehat untuk Penderita Asam Lambung