Home Info Musim Hujan di Indonesia Terjadi pada Bulan Apa, 5 Faktanya

Musim Hujan di Indonesia Terjadi pada Bulan Apa, 5 Faktanya

350
Musim Hujan di Indonesia Terjadi pada Bulan Apa

Musim Hujan di Indonesia Terjadi pada Bulan apa? Kadang musim hujan di indonesia datang agak telat seperti tahun kemaren tahun 2021 dimana bulan November baru mengalami turunnya hujan di sejumlah kawasan.

BMKG menyebutkan kalau musim hujan di Indonesia pada kisaran tahun 2021 – 2022 di 232 Zona Musim (ZOM) dari 342 Zona Musim di Indonesia mengalami lebih awal yaitu pada bulan oktober dan November.

Sejak tahun 1981-2010 atau sekitar 30 tahun belakangan ini musim hujan di 157 ZOM (45,9 persen) di perkirakan maju atau terlambat. Sementara 132 ZOM (38,6 persen) tidak mengalami perubahan waktu musim hujan dan 53 ZOM (15,5 persen) mengalami kemunduran atau lebih awal datangnya musim hujan.

Musim Hujan di Indonesia Terjadi pada Bulan

Lantas kapan musim hujan di Indonesia terjadi, cek fakta-fakta berikut ini yang di lansir dari Voi.id untuk mengetahui lebih detail tentang musim hujan di Indonesia.

1. Periode musim hujan tahun 2021-2022

Di Indonesia antara satu wilayah dengan yang lain tidak sama dari segi musim hujannya. Periode musim hujan di tandai denan curah hujan yang lebih meningkatkan.

Tahun 2021 hingga 2022 puncak musim hujanya di perkirakan pada bulan Desember 2021-Februari 2022.

2. Faktor yang mempengaruhi curah hujan di Indonesia

Curah hujan yang tinggi di Indonesia di pengaruhi oleh beberapa hal. El Nino-Southern Oscillation (ENSO) mempengaruhi sebagian besar wilayah tropis, termasuk Indonesia, dan subtropics. ENSO merupakan fenomena laut-atmosfer merupakan fenomena laut atmosfer dan ini terjadi secara berkala. Proses kejadiannya yang tidak teratur mempengaruhi suhu permukaan laut Samudera Pasifik timur laut.

Enso adalah anomali pada suhu permukaan laut samudra pasifik di pantai barat Ekuador dan Peru di katakan lebih tinggi dari normalnya.

Selain ENSO yang mempengaruhi curah hujan Indonesia, juga Indian Ocean Dipole (IOD) juga mempengaruhi iklim INdonesia dan ini menjadi faktor kedua.

IOD adalah perbedaan suhu antar permukaan laut di beberapa wilayah seperti Samudera Hindia bagian barat dan Samudera Hindia bagian timur di selatan Indonesia.

Kalau ENSO terjadi dengan teratur maka berubah menjadi La Nina. Ini adalah cuaca ekstrem dimana masyarakat di himbau untuk berhati-hati.

Bukan hanya dua faktor tersebut yang mempengaruhi curah hujan, namun juga angin monsun Asia-Australia, pertemuan angin antar tropis, letak geografis, dan suhu permukaan laut di sekitar Indonesia juga sangat mempengaruhi terhadap curah hujan Indonesia.

Lihat juga:

3. Musim hujan di Indonesia terjadi pada bulan?

Kita sudah melihat sekilas tentang puncak musim hujan di Indonesia. Secara umum musim hujan terjadi pada bulan Oktober hingga April dan musim kemarau terjadi di bulan Mai hingga September. Namun ini di pengaruhi oleh faktor pada poin ke-2 di atas tadi.

4. Aktivitas Musim Hujan

Saat mulainya musim hujan aktivitas warga adalah mulai bercocok tanam, dan sumber-sumber air biasanya akan di pengaruhi oleh curah hujan di awal musim hujan ini.

Awal musim hujan juga mempengaruhi harga ikan, dimana nelayan tidak giat mencari ikan karena hujan, kilat dan petir. Faktor ini kadang membuat nelayan lebih memilih untuk berdiam diri di rumah, maka persediaan ikan di pasar juga akan menurun.

5. Persiapan di Masa Penghujan

Karena tingginya curah hujan maka persediaan seperti mantel dan jas hujan harus selalu tersedia di bagasi Motor. Hal lain yang harus anda perhatikan adalah kesegaran badan agar tidak mengalami flue, batuk, pilek, dan tidak mengalami masuk angin.

Berbagai aktivitas di musim hujan adalah berkebun, membuat anyaman kerajinan tangan, racikan minuman hangat, dan berbagai aktvitas lainnya yang cocok di lakukan di dalam ruangan.

Jadi, musim hujan di Indonesia terjadi pada bulan Mai hingga September secara umumnya, namun hal ini juga di pengaruhi oleh faktor pada poin 2 di atas.

Demikianlah informasi singkat tentang curah hujan di Indonesia. Dengan mengetahui hal ini, kita bisa mempersiapkan diri baik untuk memulai aktivitas di kebun atau untuk hal-hal lainnya. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa!

Previous articleEfek Samping Labu Siam, Nutrisi dan Cara Mengolahnya
Next articleCara Berbelanja di TikTok Shop, Ternyata Sangat Mudah