keutamaan puasa syawal
bursasajadah.com

Puasa Syawal: Keutamaan Puasa Syawal, Tata Cara dan Niat Puasa

Posted on

Puasa syawal adalah puasa sunnat yang di kerjakan di bulan syawal. Puasa ini mulai dikerjakan setelah hari raya pertama idul fitri. Namun boleh juga di kerjakan kapan saja yang penting masih dalam bulan syawal. Salah satu ibadah yang dicintai Allah adalah puasa dan salah satu puasa yang sangat besar keutamaannya adalah puasa syawal atau puasa enam hari di bulan syawal.

Keutamaan Puasa Enam hari Bulan Syawal

Keutamaan puasa syawal sangat luarbiasa bahkan kesetaraannya bisa menyamai dengan puasa setahun penuh jika puasa syawal di lakukan setelah melakukan puasa ramadhan selama satu bulan. Dalam sebuah hadist dari Abu Ayyub Al Anshoriy, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: Siapa saja yang melakukan puasa di bulan ramadhan kemudian mengikutkan enam hari daripada syawal niscaya ia sama seperti puasa setahun penuh.

Dari hadist di atas jelas bahwa puasa bulan syawal sebanyak 6 hari ini sangat dianjurkan karena fadhilah dan keutamaannya sangat besar sekali. Pahala di dapat sama seperti melakukan puasa setahun penuh. Itulah sangat rugi bagi orang yang berpuasa di bulan ramadhan namun ia tidak menambahkan 6 hari lagi setelah hari raya idul fitri. Semoga Allah berikan kita taufiq untuk bisa melakukan sunnah ini.

Baca juga: Puasa Senin Kamis

Apakah puasa syawal harus berurutan?

Imam Nawawi berkomentar tentang hal ini, beliau mengatakan dalam Syarh Muslim, 8/56 bahwa melakukan pausa syawal secara berturut-turut setelah hari pertama idul fitri itu sangat afdhal dan lebih bagus. Namun jika di lakukan secara tidak berurutan, ini juga sangat di bolehkan dan tetap mendapatkan pahala seperti puasa setahun namun afdhaliahnya kurang dibandingkan jika di lakukan secara berurutan.

Niat Puasa Syawal

Puasa syawal adalah puasa sunnat, jadi niatnya boleh di lakukan di malam hari atau di pagi hari selama belum melakukan sesuatu yang bisa membatalkan puasa. Beda dengan puasa wajib seperti puasa ramadhan, puasa nazar dan lainnya yang hukumnya wajib. Lafadh niat puasa syawal adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta’âlâ.

Artinya, “Sahaja Aku niat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

Ini adalah lafadh niat, sementara niat yang sesungguhnya adalah didalam hati karena ia af’al hati atau perbuatan hati. Niat itu adalah lintasan yang terjadi dalam hati secara cepat sehingga tidak membutuhkan waktu banyak untuk melakukan niat.