tata cara sholat tahajud

Tata Cara Sholat Tahajud, Niat, Do’a, Kelebihan Tahajud dan Tips Bangun Malam

Posted on

Sholat tahajud adalah sholat sunnat yang dikerjakan di waktu malam setelah tidur atau ketika terbangun dari tidur. Ini adalah shalat yang sangat populer dan mungkin semua orang tahu, namun sangat banyak yang tidak sanggup melakukannya. Alasan utamanya adalah karena sulit bangun di malam hari.

Pada artikel ini, elsholat.com akan mengupas tentang sholat tahajud, tata cara sholat tahajud, kelebihan tahajud dan tips bangun malam untuk sholat tahajud.

Ok, sholat tahajud adalah sholat sunnat di waktu malam yang sudah menjadi kebiasaan Rasulullah Saw. bahkan beliau tidak pernah melewati malamnya tanpa sholat tahajud. Artinya, shalat ini sangat di galakkan oleh Rasulullah SAW. maka kita sebagai ummatnya sudah seyogiyanya mengikuti beliau.

Baca: Tata cara sholat lengkap

Bisa di pastikan sangat sedikit orang yang melakukan sholat tahjud. Alasannya beragam, mulai dari tidak sanggup bangun di waktu malam, tidak tahu tata cara sholat tahajud, tidak tahu hikmah atau kelebihan tahajud bahkan kadang hingga alasan malas bangun di waktu malam karena di ghalabah (dikalahkan) oleh kantuk yang mendalam. Pokoknya sangat banyak alasan untuk tidak melaksanakan sholat tahajud. Untuk itu, Kami menulis tentang sholat luarbiasa ini dengan tujuan menambah pengetahuan serta membangkitkan semangat kita untuk melaksanakan sholat tahjud. Bagi anda yang kesulitan bangun malam, kami juga mencoba menulis tips bangun malam untuk tahajud. Pokoknya, silahkan di baca artikel ini hingga selesai semoga berkah.

Pengertian Sholat Tahajud

Secara bahasa atau etimologi, tahajud artinya رفع النوم بالتكليف atau bangun tidur dengan penuh kesulitan dikarenakan bangun di waktu malam untuk tahajud adalah urusan yang berat bagi kebanyakan orang.

Pengertian tahajud secara terminologi atau istilah adalah sholat sunnat dimalam hari yang dikerjakan setelah tidur walau hanya sebentar dan setelah sholat insya sekalipun shalat isya di jamak secara taqdim (melakukan shalat isya pada waktu maghrib) dengan sholat maghrib. Namun dalam kasus ini, sholat tahajud tetap harus berada dalam waktunya yaitu setelah waktu maghrib atau hilang rona-rona merah di ufuk barat.

Shalat ini di lakukan setelah tidur, tetapi tidur tersebut tidak mesti setelah isya, seseorang bisa tidur setelah shalat maghrib dan kemudian bangun melakukan shalat insya dan langsung bisa di lanjutkan dengan sholat tahajud. (ref: kitab hasyiah syarqawi).

Sholat Tahajud atau Sholat Malam?

Sebenarnya, antara dua istilah ini sama saja. Dari sisi shalat tahajud di lakukan dimalam hari maka di sebut shalat malam. Sementara dari sisi dilakukannya setelah tidur maka di sebut Tahjud artinya “bangun dari tidur dengan penuh kesulitan.” Jadi, hanya penyebutannya saja yang berbeda namun maksudnya sama, baik itu shalat malam atau shalat tahajud. Ini disebut “berbeda penyebutannya karena berbeda sudut pandang sementara maksud dan tujuan sama saja”. Namun demikian, jika dibandingkan antara keduanya maka penyebutan “shalat tahajud” lebih bagus karena sudah tercover semuanya baik waktu malam atau untuk waktu setelah shalat isya.

Sholat atau Shalat Tahajud?

Kemudian, ada selesih antara sebahagian orang tentang istilah untuk kalimat الصلاة apakah di baca shalat (dengan A) atau sholat (dengan O). Ini sama saja, dan perselisihan ini terjadi hanya karena huruf arab (ص) tidak ada padanannya dalam huruf latin. Tidak ada huruf latin yang bunyinya sama dengan huruf arab, jadi kedua pengucapan itu dianggap sama saja dan keduanya benar. Saya kadang-kadang juga menulis dengan “shalat tahajud” dan kadang-kadang menulis dengan “sholat tahajud”. Namun antara kedua kata ini, saya lebih suka menulis “sholat tahajud” karena kebanyakan orang menulis dengan kata tersebut ketika melakukan pencarian di Google.com. 🙂

Hukum Melaksanakan Sholat Tahajud

Sholat tahajud adalah shalat sunnat diantara sekian banyaknya shalat sunnat lainnya. Namun, hukum sunnat ini adalah sunnat muakkad (sunnat yang kuat anjurannya). Ini juga seperti sholat dhuha dan beberapa sholat lainnya yang hukumnya sunnat muakkad.

Dengan kata lain, sunnat muakkad itu adalah perbuatan yang selalu di kerjakan oleh Rasulullah SAW dan beliau tidak meninggalkannya kecuali sekali atau dua kali saja. Sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab usul fiqh: (ما واظب عليها النبي صلى الله عليه وسلم، ولم يتركها إلا مرة أو مرتين). Maka, sebagai ummat nabi Muhammad SAW. kita sudah sepatutnya mengetahui tata cara sholat tahajud untuk bisa kita amalkan dalam setiap kesunyian malam.

Dalil Sholat Tahajud dari Al-Quran dan Hadist

Diantara dalil sholat tahajud adalah firman Allah dalam Alquran, sebagai berikut:

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدَبِهِ نَا فِلَةً لَكَ عَسَى اَنْ يَبْعَسَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُوْدًا.

Artinya : “Dan pada sebagian malam, maka shalat tahajudlah engkau sebagai ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji” (QS. Al Isra 79)

Dalam ayat di atas Allah jelas memerintahkan untuk mengerjakan shalat tahajud, namun bukan berarti perintah ini wajib. Hukum melaksanakannya tetap sunnat sebagaimana yang telah kita bahas di atas.

Ayat lain yang menerangkan tentang shalat tahajud adalah firman Allah:

كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ * وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. 18. dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar.” (QS. Az-Zariya: 17-18.)

Itu beberapa ayat Al-Quran tentang sholat tahajud. Namun jika ingin mendalami maksdu dari ayat tersebut kita harus membuka kembali tafsir Al quran yang muktabar seperti tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu kasir, Tafsir Qurthubi, dan lain-lain. Karena mengenal maksud ayat tidak boleh sembarangan atau secara dhahiriayah semata.

Sementara dalil hadist tentang sholat tahajud adalah:

Sabda Rasulullah SAW.

“Hendaklah kalian sholat malam, karena shalat malam adalah kebiasaan yang dikerjakan orang-orang shaleh sebelum kalian, ia adalah ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, penghapus berbagai kesalahan dan pencegah perbuatan dosa.” (HR. Tirmidzi)

Dari hadist Abu Daud ada juga keterangan tentang shalat tahajud, berikut artinya.

Dari Amr bin Abasah r.a. berkata: “Aku berkata, Wahai Rasulullah, (bagian) dari malam manakah yang paling didengar (oleh Allah)? beliau bersabda : “Pertengahan malam yang terakhir, maka sholatlah sesukamu, karena sholat tersebut disaksikan dan dicatat hingga kamu sholat subuh.” (HR. Abu Dawud)

Ada juga dalil lain dari Hadist Rasulullah yang menerangkan sholat Tahajud, yaitu:

“Allah memberikan rahmat kepada seorang suami yang bangun dimalam hari lalu dia sholat dan membangunkan isterinya, jika sang istri enggan, ia percikkan air ke wajahnya dan Allah merahmati seorang istri yang bangun di malam hari lalu dia sholat dan membangunkan suaminya jika suaminya enggan, dia percikkan air pada wajahnya.” (HR. Abu Dawud)

Ini hanya beberapa dalil dari al Quran dan Hadist tentang shalat tahajud, namun masih banyak lagi dalil lainnya yang berkenaan dengan hal ini.

Tata Cara Sholat Tahajud

Kita sudah tahu sebelumnya bahwa sholat tahajud dikerjakan di waktu malam setelah pelaksanaan shalat isya walaupun isya itu di jamak dengan maghrib. Selain itu, syarat shalat tahajud adalah dikerjakan setelah tidur. Jika di kerjakan sebelum tidur itu tidak di namakan dengan shalat tahajud.

Waktu Mengerjakan Sholat tahajud

Walaupun secara umum kita sudah tahu waktunya yaitu setelah shalat isya, namun ada waktu yang terlebih afdhal untuk mengerjakan shalat tahajud. Waktu itu adalah sekitar jam 2 malam hingga akhir waktu isya atau sebelum masuk subuh. Waktu malam terbagi tiga, 1/3 pertama yaitu mulai maghrib hingga isya, 1/3 kedua yaitu mulai jam sepulah hingga jam 2 malam dan 1/3 ketiga yaitu sejak dari jam dua malam hingga akhir isya (belum subuh).

Selanjutnya, tentang tata cara sholat tahajud ada juga yang bertanya, apakah shalat tahajud bisa dikerjakan sebelum tidur? Jawabannya: Tidak, karena salah satu syarat shalat tahajud adalah pengerjaan harus setelah tidur walaupun tidur tersebut hanya sebentar saja bahkan walaunpun seseorang tersebut belum batal wudhu’nya sejak maghrib. Ini tidak masalah karena yang penting adalah setelah shalat isya dan setelah tidur sebentar.

Tata Cara Sholat Tahajud: Jumlah Rakaat Shalat

Jumlah rakaat shalat tahajud sekurang-kurangnya adalah dua rakaat, dan ada juga ulama yang mengatakannya 8 rakaat, hingga 12 rakaat. Namun ada juga yang mengatakan tidak ada batas terhadap jumlah shalat tahajud tersebut. Jadi, bisa di kerjakan semampunya sekalipun.

Walaupun jumlah rakaat banyak, namun cara pengerjaannya adalah dua-dua rakaat. Artinya setiap dua rakaat sekali salam. Karena Rasulullah mengatakan “shalat malam dua-dua rakaat”. Maka, jika anda mengerjakan 8 rakaat maka 4 kali salam.

Niat shalat Tahajud (Tata cara shalat Tahajud)

Ketika kita berbicara tentang niat ada dua poin penting yang perlu di ketahui yaitu lafadh niat dan niat itu sendiri. Lafadh niat adalah kalimat yang di ucapkan sebelum takbiratul ihram (الله اكبر) dan ini hukumnya sunnat. Sementara niat adalah menghadirklan makna dari lafadh tersebut dalam hati dan ini harus ada ketika melakukan takbiratul ihram, hukumnya wajib dan niat termasuk salah satu rukun shalat yang tanpanya tidak sah shalat.

Lafadh niat sholat tahajud adalah sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنّةَ التَهَجُدِ رَكْعَتَيْنِ ِللَهِ تَعَاليَ

Artinya: Sahaja aku sholat tahajud dua rakaat karena Allah.

Lafadh niat ini disunnatkan untuk di ucapkan sebelum takbiratul ihram dengan tujuan agar kita mudah menghadir maknanya ketika mengucapkan takbiratul ihram (الله اكبر). Niat shalat bisa menggunakan bahasa apa saja, tidak mesti bahasa arab, karena niat itu adalah qashad dalam hati atau menghadirkan dalam hati makna dari lafadh niat.

Sementara hal lain dalam shalat tahajud adalah sama, baik perkataan atau gerakan-gerakannya, semua sama seperti shalat lainnya, tidak ada gerakan khusus seperti sholat gerhana yang di lakukan dengan dua kali ruku’ dalam satu rakaat.

Doa’ Sholat Tahajud

Setelah mengerjakan shalat tahajud kita di sunnat berdo’a kepada Allah tentang berbagai kebutahan dan hajat. Kita bisa berdo’a secara bebas sesuai kemauan kita. Namun, para ulama terdahulu sudah merangkai do’a khusus untuk dibacakan setelah melaksanakan sholat tahajud. Berikut bunyinya:

اَللهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ.
وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَالِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ.
وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ.
وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ.
اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ
فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ.

اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

Artinya:
“Wahai Allah, Milik-Mu lah segala puji.
Engkaulah pengurus langit dan bumi serta apa-apa yang ada di dalamnya.
Milik-Mu lah segala puji, Engkaulah penguasa langit dan bumi serta apa-apa yang ada di dalamnya.
Milik-Mu lah segala puji, Engkaulah cahaya langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya.
Milik-Mu lah segala puji, Engkaulah Yang Haq (benar), janji-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar adanya, perkataan-Mu benar, surga itu benar (ada), neraka itu benar (ada), para nabi itu benar, Nabi Muhammad SAW itu benar, dan hari kiamat itu benar (ada).
Wahai Allah, Hanya kepada-Mu lah aku berserah diri, hanya kepada-Mu lah aku beriman, hanya kepada-Mu lah aku bertawakkal hanya kepada-Mu lah aku kembali, hanya dengan-Mu lah kuhadapi musuhku, dan hanya kepada-Mu lah aku menghukum.
Oleh karena itu ampunilah segala dosaku, yang telah kulakukan dan yang (mungkin) akan kulakukan, yang kurahasiakan dan yang kulakukan secara terang-terangan, dan dosa-dosa lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku.
Engkaulah Yang Maha Terdahulu dan Engkaulah Yang Maha Terakhir. tak ada Tuhan selain Engkau, dan tak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Hikmah dan Kelebihan Sholat Tahajud

Kelebihan sholat tahajud sangat banyak sekali, baik didunia atau di akherat nanti. Namun, pada kesempatan ini kami hanya merangkum tujuh saja kelebihan dan keutamaan atau hikmah shalat tahajud. Berikut kita lihat satu persatu hikmahnya:

1. Keutamaan sholat tahajud sebagai tiket masuk surga

Ini adalah salah satu keutamaan yang luarbiasa, dan Rasulullah menerangkan tentang kelebihan ini dalam hadistnya:

“Hai manusia, sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambunglah silaturahmi, sirikanlah shalat malam saat manusia lainnya sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).

Jelas dalam hadist ini Rasulullah SAW. menyebutkan kelebihan dan keutamaan shalat tahajud atau shalat di kala orang lain sedang terlelap dengan tidurnya adalah mendapatkan tiket surga.

2. Keutamaan sholat tahajud sebagai sarana untuk penyembuh penyakit dan mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam hal ini Rasulullah SAW. bersabda:

“Dirikanlah shalat malam, karena sesungguhnya shalat malam itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kamu, shalat malam bisa mendekatkan kamu kepada Tuhanmu, shalat malam sebagai penebus perbuatan buruk, mencegah berbuat dosa, dan menghindarkan diri dari penyakit yang menyerang tubuh.” (HR. Ahmad)

3. Keutamaan shalat tahajud untuk meraih kemuliaan

Dalam hadist riwayat Imam Baihaqi, Rasulullah SAW. bersabda sebagai berikut:

“Jibril mendatangiku dan berkata, Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, karena engkau akan mati, cintailah orang yang engkau suka, karena engkau akan berpisah dengannya, lakukanlah apa keinginanmu, engkau akan mendapatkan balasannya, ketahuilah bahwa sesungguhnya kemuliaan seorang muslim adalah shalat waktu malam dan tidak butuh dimuliakan oleh orang lain.” (HR. Al Baihaqi)

4. Potensi dikabulkan doa oleh Allah SWT semakin besar

Ini juga termasuk sebuah keutamaan dari shalat tahajud. Dimalam hari ada suatu waktu dimana Allah mengabulkan do’a hamba-hambaNya, sebagaimana hadist Rasulullah SAW. berikut ini.

Dari Jabir berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu SAW bersabda, “Sesungguhnya di malam hari ada satu waktu yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, Itu berlangsung setiap malam.” (HR. Muslim).

5. Manfaat sholat tahajud: Mendapat Rahma Allah SWT.

Manfaat dan keutamaan shalat tahajud ini bersumsber dari sabda Rasulullah SAW. berikut ini.

“Semoga Allah merahmati laki-laki yang bangun malam, lalu melaksanakan shalat dan membangunkan istrinya. Jika sang istri menolak, ia memercikkan air di wajahnya. Juga, merahmati perempuan yang bangun malam, lalu shalat dan membangunkan suaminya. Jika sang suami menolak, ia memercikkan air di wajahnya.” (HR. Abu Daud)

6. Keutamaan Shalat tahajud: Sebagai Penghapus dosa dan penghalang maksiat

“Lakukanlah Qiyamul Lail, karena ini adalah kebiasaan orang saleh sebelum kalian, bentuk taqarub, penghapus dosa, dan penghalang terhadap perbuatan salah.” (HR. At-Tirmidzi)

7. Keutamaan dan Manfaat Sholat Tahajud: Allah membanggakan orang yang shalat malam

Allah SWT bangga terhadap dua kelompok hambaNya, diantaranya adalah mereka yang bangun malam untuk mencari ridha Allah dan orang yang kalah dalam perang di jalan Allah tetapi ia tidak mundur melainkan kembali lagi berperang hingga darahnya tertumpahkan.

Tips dan Kiat Bangun Malam untuk Sholat Tahajud

Setelah kita tahu tata cara sholat tahajud, do’a tahajud, dan kelebihan-kelebihan shalat tahajud, sekarang kita sampai pada pembahasan terakhir yaitu kiat-kiat atau tips bangun malam agar bisa melaksanakan shalat tahajud.

Tip bangun malam untuk sholat tahajud
duniaq.com

Salah satu alasan yang selalu terdengar dari orang malas melakukan shalat tahajud adalah ngatuk, tidak jaga waktu malam, sulit bangun di tengah malam, tidak ada yang membangunkan dll. Maka, kami mencoba memberikan tips bangun malam siapa tahu kita bisa terinspirasi untuk shalat tahajud. Yuk kita simak satu persatu:

1. Tidak bergadang

Bergadang adalah bentuk perampasan hak tubuh sehingga tubuh kekurangan istirahat. Jika seperti ini kondisinya mana mungkin tubuh bisa bangun atau nyaman bangun jam 3 untuk shalat tahajud. Jadi, jangan bergadang jika tidak ada kepentingan disana.

2. Tidur siang atau tidur qailulah

Tidur siang adalah hal penting bagi seseorang yang ingin bangun malam untuk beribadah. Logikanya, seseorang yang tidur siang adalah sedang mempersiapkan diri untuk bisa bangun nyaman di malam hari. Kita menambahkan waktu istirahat tubuh sehingga tubuh kita nyaman dan tidak sulit bangun di waktu malam.

3. Setting Alarm

Agar efektif, maka alarm harus di set sekitar satu jam sebelum subuh sehingga tubuh tidak menjadi beban untuk bangun. Tidurlah jam 10 malam dan bangun nanti jam 4 pagi. Selain ini, alarm harus di letakkan agak jauh dari tempat tidur agar tidak terjangkau oleh tangan. Jika dekat dengan tempat tudur sudah tentu anda akan mematikannya dan tidur lagi. Jika jauh, jikapun anda ingin mematikannya anda dipaksa harus bangun sehingga berkemungkinan besar anda bisa bertahan untuk shalat.

4. Berdo’a kepada Allah

Apapun keinginan kita baik dunia atau akhirat, mintalah kepada Allah karena hanya Allah saja yang bisa memberikannya.

5. Berazam untuk bangun

Berazam atau bercita-cita untuk bangun sangat penting, biasanya dengan hanya bercita-cita kuat dalam hati untuk bangun malam, tubuh akan tergerak untuk itu. Coba saja anda pasang niat dalam hati untuk bangun jam sekian, insya Allah anda akan terbangun!

6. Membaca Ayat 107 – 110 dari al-kahfi Sebelum Tidur

Tips bangun malam selanjutnya adalah dengan membaca 4 ayat terakhir dari surat al kahfi,

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا (107) خَالِدِينَ فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلًا (108) قُل لَّوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِّكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا (109) قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا ((110

kemudian lanjutkan dengan membaca do’a ini.

اللهم بحق هذه الآيات الشريفة أيقظني في وقت كذا وكذا فإن روحي بيدك وأنت تتوفى الأنفس حين موتها والتي تمت في منامها اللهم اجعلني ممن يذكرك فتذكرني وأستغفرك فتغفر لي إنك تفعل ما تختار وتحكم ما تريد

Sholat Tahajud Rasulullah SAW.

Rasulullah sebagai insan termulia dan telah di jamin masuk surga oleh Allah, beliau melakukan shalat tahajud hingga kakinya bengkak, sebagaimana dalam hadist Riwayat Aisyah Ra. berikut ini.

“Rasulullah SAW apabila mengerjakan shalat (malam) maka beliau berdiri sampai pecah kedua kakinya. Aisyah berkata: Wahai Rasulullah mengapa engkau melakukan seperti ini, padahal dosa dosamu yang telah lalu dan yang akan datang telah diampuni? Rasulullah SAW menjawab “Wahai ‘Aisyah, apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur ” (mutafaq alaih).

Rasulullah SAW. melakukans halat di atas atas kesyukurannya kepada Allah. Bagaimana dengan kita ummatnya yang tidak di jamin masuk surga, seharusnya kita bisa melakukan shalat tahajud dengan penuh semangat mengharapkan ridha Allah.

Demikianlah pelajaran kita kali ini tentang tata cara sholat tahajud, do’a niat tahajud, dan hikmah serta tip bangun malam untuk bisa menjalankan shalat tahajud. Semoga menjadi pelajaran dan iktibar bagi kami sendiri dan bagi semua pembaca, dan semoga kita lebih bersemangat untuk bangun malam guna melaksanakan shalat tahajud.