Tiga Waktu Mustajabah

Tiga Waktu Mustajabah (Makbul) Do’a di Hari Jum’at

Posted on

Hari jum’at adalah hari raya ummat Islam dalam seminggu sekali. Pada hari jum’at semua orang musllim mukallaf berkumpul di mesjid jami’ untuk melaksanakan shalat jum’at berjamaah. Semua penduduk saling bertemu di hari itu setelah beberapa hari tidak berjumpa, bisa di katakan hari jum’at menjadi hari yang mempereratkan persaudara sesama muslim. Selain itu, ada hal penting di hari jum’at yaitu waktu mustajabah do’a.

Hari jum’at adalah tempat saling bertemu dan beribadah bersama-sama secara jamaah, karena dalam amzhab Syafi’e sekurang-kurang ahli jum’at adalah 40 orang, jika tidak sampai 40 maka tidak sah shalat jum’atnya, berarti wajib di gantikan dengan shalat dhuhur.

Baca juga: Do’a untuk Meredakan Tangisan Bayi

Tentang hari jum’at, dalam surat Al-Jum’ah (62) : 9, Allah Swt. berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Apabila di serukan utnuk shalat di hari jum’at maka luangkan waktumu untuk segera mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Itu lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.

Jika kita buka kitab tafsir Jalalain, makna dari kalimat “zikrullah” adalah shalat jum’at. Berarti maksdunya bersegralah untuk menunaikan sholat jum’at dan tinggalkan semua aktivitas duniawi. Jadi yang jualan tinggalkan dulu dagangannya, yang petani tinggalkan dulu pertaniannya dan yang sedang melaut tinggalkan dulu aktivitas lautnya dan naik kedarat karena yang ini lebih baik baginya dari segala aktivtas dunianya.

Waktu Mustajabah di Hari Jum’at

Bukan hanya itu saja, namun hari jum’at adalah addalah hari mustajabah istimewa yang didalamnya ada waktu mustajabah do’a yang andaikata seseorang berdoa dan bertepatan dengan titik waktu itu maka maka doanya segera diijabahkan oleh Allah. Jadi berdo’a dio hari jum’at lebih utama karena memiliki harapan untuk di kabulkan do’a lebih besar dibandingkan dengan hari lainnya.

Lantas kapan waktu mustajabah itu, apakah itu terjadi di hari atau di malam jum’at atau ketika selesai sholat atau di waktu asar. Untuk menjawab pertanyaan kita perlu rujukan yang terpercaya dari kitab, sunnah dan kitab kuning karangan ulama muktabar.

Dalam kitab Ibanatul Ahkam (j. 2 hal. 91-93), disebutkan setidaknya ada tiga waktu yang mustajabah do’a walaupun ada 43 pendapat yang mengatakan tentang waktu mustajabah ini. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda:

فيه ساعة لا يوافقها عبد مسلم وهو قائم يصلي يسأل الله عز وجل شيئا الا اعطاه اياه واشار بيده يقللها

Artinya: Pada hari jum’at ada waktu yang tidaklah seorang muslim berdiri melaksanakan sholat dan meminta sesuatu kepada Allah Swt., kecuali akan dikabulkan sesuai permintaannya. (HR. Muttafaq Alaihi).

1. Waktu antara khatib duduk di atas mimbar hingga selesai sholat

Ini berdasarkan hadist dari Abu Burdah ra. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim ra. Rasulullah Bersabda:

هي ما بين ان يجلس الامام الى ان تقضى الصلاة

Artinya: Waktu mustajab itu adalah antara imam duduk hingga selesai sholat.

2. Akhir waktu setiap jam hari jum’at

Ini berdasarkan hadist dari Abdullah bin Salam, di riwayatkan oleh Ibnu Majah. Rasulullah Saw. bersabda:

اخر ساعة من ساعات النهار

Artinya: Waktu mustajabah itu di akhir waktu di setiap waktu dalam sehari (hari jumat itu)

3. Antara sholat asar hingga terbenam matahari

Ini berdasarkan dari hadist Jabir bin Abdullah, yang di riwayatkan oleh Abu Daud dan an-Nasa’i. Rasulullah saw bersabda:

انها ما بين صلاة العصر وغروب الشمس

Artinya: Bahwa sesungguhnya waktu mustajabah itu adalah antara sholat asar hingga terbenam matahari.

Semua waktu waktu mustajabah itu ada sandaran langsung dari Rasulullah SAW. jadi semuanya bisa di amalkannya. Lebih bagus lagi jika kita mengamalkan semua waktu tersebut, maka tentu potensi untuk bisa berjumpa dengan waktu mustajabah lebih besar.