dalil ziarah kubur
Nu.or.id

Ziarah Kubur, Dalil Ziarah Kubur, Lihat Anjuran Ziarah Kubur

Posted on

Ziarah kubur mempunyai dalil dan hadist dari Rasulullah. Ini adalah perbuatan yang menjadi tradisi di kalangan warga NU dan semua warga ahlussunnah wal jamaah. Praktek ziarah kubur adalah perbuatan yang mengalami perubahan hukum, dimana pada awal-awal Islam ziarah kubur di larang oleh Rasulullah SAW dan kemudian larangan ini di mansukh atau di ubah sehingga menjadi sebuah perbuatan yang bagus di lakukan atau di bolehkan untuk di lakukan.

Baca juga: Do’a untuk Orang Sakit

Berhubungan dengan dalil ziarah kubur, Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا

Artinya: Dahulu aku larang berziarah kubur, sekarang ziarahlah (HR Muslim).

Jika di lihat pada hadist lain, Rasulullah tidak hanya membolehkan ziarah kubur namun juga menyebutkan manfaat ziarah kubur itu sendiri. Ini menunjukkan bahwa ziarah kubur bukan perbuatan buruk bahkan menjadi perbuatan yang baik di laksanakan karena mempunyai banyak faedah untuk manusia. Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ أَلَا فَزُورُوهَا، فَإِنَّهُ يُرِقُّ الْقَلْبَ، وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ، وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ، وَلَا تَقُولُوا هُجْرً

Artinya: Dahulu saya melarang ziarah kubur, sekarang berziarahlah karena ziarah kubur bisa melunakkan hati, mengeluarkan air mata, mengingat akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk saat ziarah kubur. (HR Hakim)

Ziarah kubur bukan hanya di bolehkan oleh Rasulullah SAW atau di perintahkan, namun perbuatan ziarah kubur juga di lakukan sendiri oleh Rasulullah SAW. sebagaimana kisah yang terjadi setelah Jibril menemui Rasulullah SAW, ini juga menjadi salah satu dalil ziarah kubur, Jibril berkata:

إِنَّ رَبَّكَ يَأْمُرُكَ أَنْ تَأْتِيَ أَهْلَ الْبَقِيْعِ فَتَسْتَغْفِرُ لَهُمْ

Artinya: Sungguh Tuhanmu memerintahkan kamu untuk mengunjungi ahli kubur Baqi’ maka minta ampunlah kepada mereka.

Setelah kisah ini terjadi, Rasulullah SAW membiasakan ziarah Kubur baqi’, ini sebagaimana tercantum dalam hadist riwayat Muslim.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- – كُلَّمَا كَانَ لَيْلَتُهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- – يَخْرُجُ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ إِلَى الْبَقِيعِ فَيَقُولُ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ غَدًا مُؤَجَّلُونَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاَحِقُونَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لأَهْلِ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ

Artinya: “Rasulullah setiap kali giliran menginap di rumah ‘Aisyah, Rasulullah SAW keluar rumah pada akhir malam menuju ke makam Baqi’ serta mengucapkan salam: “Salam sejahtera atas kalian wahai penghuni kubur dari kalangan kaum mukmin. Segera datang apa yang dijanjikan pada kalian besok. Sungguh, kami Insya Allah akan menyusul kalian. Ya Allah ampunilah penghuni kubur Baqi’ Gharqad,” (HR. Muslim).

Jika lihat dari dalil-dalil ziarah kubur di atas, maka kita tidak ragu lagi bahwa ziarah kubur adalah perbuatan yang di bolehkan atau bahkan menjadi perbuatan yang di anjurkan untuk di lakukan. Anjuran anjuran ini bersifat umum tidak khusus untuk kubur orang shaleh saja, namun siapa saja yang beragama Islam boleh di ziarahi.

Tentang keumuman dalil ziarah kubur ini, Imam Ghazali mengatakan:

زيارة القبور مستحبة على الجملة للتذكر والاعتبار وزيارة قبور الصالحين مستحبة لأجل التبرك مع الاعتبار

Artinya: Ziarah kubur itu disunnatkan secara umum, tujuannya adalah untuk mengingat (kematian), mengambil i’tibar. Sementara menziarahi kubur orang shaleh disunnatkan untuk bertabarruk beserta mengambil pelajaran. Ref: (Al-Ghazali, Ihya’ Ulum ad-Dien, juz 4, hal. 521)

Dalam kitab Hujjah Ahlissunnah Wal Jama’ah, dikatakan bahwa ziarah kubur adalah perbuatan yang boleh di lakukan dan sudah di sepakati oleh seluruh mazhab Ahlussunnah wal jamaah.

زيارة القبور تجيزها مذاهب المسلمين كلها

Artinya: “Ziarah kubur di bolehkan oleh seluruh mazhab umat islam,” (KH. Ali Maksum Krapyak, Hujjah Ahlissunnah Wal Jama’ah, hal. 53).

Baca juga: Puasa Senin Kamis, Niat, Tata Cara, dan Keutamaan

Jadi, dari dalil- dalil ziarah kubur yang sudah di sebutkan di atas kita tahu bahwa ini adalah perbuatan baik dan sunnat di kerjakan karena mempunyai manfaat dan faedah untuk orang yang menziarahi dan untuk mereka yang di ziarahi. Namun demikian, hendaknya dalam melakukan ziarah kubur, para penziarah memperhatikan adab-adab ziarah dan tidak melakukan hal-hal yang tidak baik di daerah pekuburan seperti tertawa terbahak-bahak, membawa alat lahwen, mengumpat, atau melakukan selfie-selfie atau perbuatan hura-hura lainnya.